"Data akan diproses secara otomatis oleh aplikasi sehingga nanti ada hasilnya, layak atau kurang. Barulah nanti Kantor Kementerian Agama memberikan finalisasi seandainya berisiko stunting atau tidak," kata Rizal.

Baca Juga: Stunting di Sultra Tertinggi Kelima Indonesia, BKKBN Gelar Sosialisasi RAN PASTI

Rizal juga mengatakan, para calon pengantin akan diberikan edukasi mengenai situasi seorang ibu yang berpotensi melahirkan anak sehat atau stunting. Program dalam aplikasi berisi menu bahan berupa tulisan yang bisa diisi jika calon pengantin itu misalnya mengalami kurang gizi atau anemia.

Baca Juga: Wali Kota Kendari Terang-terangan Minta Hadiah ke BKKBN Pusat

"Program tersebut dilakukan 3 bulan sebelum menikah, jadi jika mereka mengalami Hb yang rendah, masih ada waktu untuk memperbaiki dan mengoreksi misalnya dengan mengkonsumsi makanan bergizi," ujarnya.