Baca Juga: Target Turunkan Stunting, BKKBN Sultra Teken MoU ke Berbagai Pihak

Sementara itu, Musdalifa selaku Sub Koordinator Analisis Dampak  Kependudukan Bidang Pengendalian Kependudukan BKKBN Sultra mengungkapkan, penerimaan beras fortifit ini merupakan bentuk kerja sama dengan Perum Bulog, dalam upaya percepatan penurunan angka gizi buruk dan stunting di daerah Sultra.  

Ia juga mengatakan, penyerahan 2000 paket beras fortifit akan dibagi dan diserahkan ke Kampung KB guna penanggulangan anak-anak terkena gizi buruk dan keluarga berisiko stunting. Beras ini akan diserahkan ke seluruh Kampung KB di Sultra yang berjumlah 436.

Ia juga mengatakan, pembagian beras tersebut akan disesuaikan dengan risiko  stunting di setiap kabupaten/kota yang ada di Sultra.

Baca Juga: Cegah Illegal Logging, Dishut Sultra Beri Pembinaan ke Masyarakat