"Kan kasiang gaji mereka sebagai honorer hanya Rp 600.000 terus mau masuk sebulan. Mereka mau makan apa, sehingga sebagian pimpinan memberikan kebijakan untuk hadir dua kali seminggu misalnya," bebernya.

"Yang siluman itu, ya tenaga honorer yang sama sekali tidak pernah honor terus ikut seleksi dan dinyatakan lulus itu aslinya siluman," sambungnya.

Baca Juga: Diterpa Efisiensi Anggaran, Pemkab Kolaka Utara Komit Penuhi Layanan Dasar Masyarakat

Mawardi juga menyayangkan sikap masyarakat yang tidak memberikan masukan, saran atau sanggahan ke BKPSDM saat proses pengumuman nama-nama PPPK paruh waktu yang lulus, padahal pihaknya telah mengumumkan melalui media online agar masyarakat dapat melihat langsung sebelum tahap pemberkasan.

Karena itu, Mawardi meminta kepada masyarakat yang betul-betul dapat membuktikan adanya honorer siluman yang dinyatakan lulus PPPK paruh waktu untuk menemuinya.