Gubernur menyebutkan, berdasarkan kajian risiko bencana (KRB) Provinsi Sultra Tahun 2022–2026, seluruh kabupaten/kota di Sultra berada pada tingkat risiko tinggi untuk bencana kekeringan.
Baca Juga: Waspada Karhutla, BMKG Deteksi 100 Titik Panas di Sulawesi Tenggara
Sementara untuk Karhutla, tujuh kabupaten/kota berada pada tingkat risiko tinggi, yakni Kolaka, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Buton Tengah, Kota Kendari dan Kota Baubau.
Memasuki puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober 2026, Andi meminta pemerintah kabupaten/kota bersama BPBD segera mengaktifkan posko siaga Karhutla dan kekeringan.
Andi Sumangerukka juga meminta kesiapsiagaan krisis air bersih diperkuat dengan menyiapkan sumber air alternatif dan armada truk tangki untuk mendistribusikan air ke wilayah yang mengalami krisis.
