"Sedangkan untuk puncak musim hujan di Sultra diperkirakan terjadi pada awal tahun 2023," jelasnya.

Senada dengan pernyataan Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara, Siti Risnayah selaku Koordinator Teknis BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meng-update informasi dari BMKG dan mengantisipasi terjadinya banjir. Hal ini dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi dan terjadinya cuaca ekstrem.

Baca Juga: ASN yang di-Nonjob Sulkarnain Minta Keadilan ke Pj Wali Kota Asmawa Tosepu

"Bisa mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi terutama banjir dan tanah longsor. Lalu dapat meningkatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem, pada periode Desember sampai dengan Mei dapat menyebabkan peningkatan curah hujan 20-40 persen dari rata-rata," paparnya.

Siti Risnayah juga kembali menegaskan bahwa pada periode September, Oktober dan November, dapat terjadi peningkatan curah hujan lebih dari 40 persen dari rata-rata dan beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara memasuki musim hujan lebih cepat dari biasanya.