Dua minggu kemudian, perut anaknya malah makin membesar. Mereka kemudian ke Puskesmas Sugi Laende. Karena keterbatasan alat medis, mereka diarahkan ke Puskesmas Katobu. Pihak Puskesmas Katobu pun angkat tangan dan merujuk ke RS.

"Sebelum ke RS, kami sempat bawa ke dokter praktek. Kata dokternya, Aidan mengalami pembengkakan hati yang menyebabkan penyempitan usus," katanya.  

Baca juga: KPK Harus Awasi Ketat Penggunaan Anggaran COVID-19

Mereka tak putus asa. Mereka membawa Aidan ke RS untuk dilakukan rotgen. Ternyata benar diagnosa dokter praktek itu. Mereka disarankan agar merujuk Aidan ke RS Siloam Baubau untuk diUSG guna memastikan penyakitnya.  

"Karena tak punya uang, kita belum berangkat," ungkapnya sembari memperlihatkan surat rujukan dari RS.