KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Budi daya tanaman kakao yang merupakan bahan baku dalam industri cokelat belakangan ini kembali booming di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, imbas dari harga biji kakao asalan (biji kakao kering) dan biji basah yang melambung tinggi.

Lonjakan harga biji kakao ini memicu para petani di Kabupaten Kolaka Utara kembali melirik kakao untuk dikembangkan. Usaha pembibitan kakao pun mulai banjir permintaan. Kendati demikian, ketersediaan bibit di tingkat petani masih langka.

Sekarang harga jual bibit kakao grafting atau sambung pucuk meroket hingga Rp 17.000 per pohon. Setahun lalu, harga hanya berkisar Rp 5.000 sampai Rp 7.000 per pohon.

Baca Juga: Enam Fraksi DPRD Kolaka Utara Terima Rancangan Perubahan KU-PPAS 2024

Sementara harga biji kakao asalan (kering) saat ini berkisar Rp 105.000 hingga Rp 110.000 per kilogram. Tahun lalu, hanya senilai Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per kilogram di tingkat pengepul (pedagang).