Tak hanya itu, diketahui bahwa ada 60-90 persen sampah di laut rupanya mengandung plastik. Hal yang lebih memperihatinkan, sekitar 8 juta ton plastik mencemari lautan di dunia setiap tahunnya. Bahkan diprediksi di tahun 2050, jumlah plastik di laut akan melebihi jumlah ikan yang ada.

Baca juga: Jadav Payeng, Seorang Diri Menanam Hutan

Dilansir dari wikipedia.org, ketertarikan Salt pada penanganan plastik di mulai saat usianya 16 tahun. Saat itu ia menyelam di Yunani dan menjumpai lebih banyak menemukan plastik daripada ikan.

Ia lalu memutuskan untuk menyelidiki lebih serius perihal polusi plastik di laut. Ia menemukan bahwa laut mempunyai kemampuan alami yang mampu membersihkan sampah. Hal itu ia presentasikan di TEDx di Delft pada tahun 2012.

Konsep pembersihan sampah yang ia tawarkan adalah memanfaatkan kemampuan alami dari laut untuk secara pasif menangkap dan mengumpulkan plastik di laut. Ia lalu merancang teknologi yang bisa membersihkan sampah di laut.