“Dan ini Bapak Ibu sekalian, kita melakukan transaksi kesehatan itu sehari 2 juta transaksi. Ini menghasilkan pembayaran Rp 500 miliar sehari, dan sebulan sebesar Rp 16 triliun, kurang lebih Rp 16,5 triliun. Dan iuran yang masuk sebesar Rp 14 triliun. Jadi setiap bulan kita defisit Rp 2 triliun,” ujarnya.
Baca Juga: Datang Lebih Awal Bisa Ditolak, Berikut Aturan Baru BPJS Kesehatan Resmi Berlaku Juni 2026
Prihati juga mengingatkan adanya potensi risiko lebih besar jika kondisi tersebut tidak mendapat dukungan kebijakan tambahan. Ia menyebut BPJS Kesehatan dapat mengalami gagal bayar pada Juli 2027 apabila tidak ada intervensi.
“Namun demikian, kita masih punya cadangan untuk pembayaran klaim ini sampai awal tahun depan. Dan kita akan gagal bayar di Juli 2027 bila tidak ada intervensi (dukungan) Bapak, Ibu, sekalian,” ucapnya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan adanya peluang dukungan dana pemerintah yang sedang dalam proses finalisasi, dengan nilai mencapai sekitar Rp 20 triliun dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan. Dana tersebut diharapkan dapat membantu menutup defisit yang terjadi dalam satu tahun berjalan.
