Kini Brimob merupakan bagian dari Polri. Posisinya sebagai pasukan pamungkas akan dikerahkan di saat-saat negeri dalam keadaan genting, namun masih masuk dalam klasifikasi penanganan Polri. Genting bisa lantaran gangguan dalam negeri berupa atau anarkisme brutal yang menuntut pengerahannya sebagai pasukan pamungkas Polri.

Secara umum kini mereka “terbagi menjadi dua dalam satu tubuh Brimob”, yakni Pasukan Pelopor dan Pasukan Gegana. Mereka tersebar,  baik di Mako Korp Brimob, Pasukan I, II, III, maupun di satuan-satuan di provinsi-provinsi seluruh tanah air.

Baca Juga: Polisi Melayani Sebuah "Legacy" bagi Polisi Pelanjut

Mereka yang menjadi anggota Brimob berasal dari Akademi Kepolisian (Akpol), sumber sarjana, bintara, dan tamtama. Polri memiliki Pusat Pendidikan Brimob di Watukosek, Pasuruan, Jawa Timur. Bila sudah menjadi anggota Brimob, tersedia Satuan Latihan (Satlat) yang saat ini dikomandani Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.Han dengan wakilnya seorang dokter, AKBP Bambang Wijiasmoro.

Dalam catatan AKBP dr. Bambang Wijoasmoro, di awal-awal sebelum menjadi anggota Brimob, mereka menjalani pendidikan lebih dahulu di Watukosek. Di sini mereka dilatih kemampuan dasar seperti menembak, renang laut, navigasi, taktik dan teknis tempur hutan. Selain itu, juga dasar perlawanan teror (wanteror), penanggulangan huru hara (PHH), Pencarian dan Pertolongan (SAR), intelijen Brimob, dan penjinak bom (jibom).