"Ada miss komunikasi kehadiran TPS di sini. Makanya ini yang akan kami luruskan," tandas Idam.

Ia juga mengaku, pihaknya bukan hanya hari ini saja bergerak menangani sampah tetapi sudah sering kali, baik dalam bentuk kajian, diskusi maupun sosialisasi, tetapi karena belum ada dukungan maka pada hari ini pihaknya datang menemui camat dan sekretaris yang baru saja dilantik.

"Kita butuh dukungan, kita juga butuh kerja taktis untuk sama-sama berpikir sampah yang ada di TPS Nanga Banda mau dibuang kemana. Maka salah satu cara efektif yang digagas oleh pemuda LINGKAR adalah dengan membuat tungku pembakaran melalui program 21 hari kerja bebas sampah. Semoga mendapat dukungan dari Pemerintah," pungkasnya.

Adapun mekanisme program 21 hari kerja bebas sampah yang diutarakan Idam, yakni: pilah sampah organik dan anorganik atau B3, jaga kebersihan dan kekeringan sampah, gunakan media penyimpanan yang tertutup, menekan penggunaan kantong plastik dengan menyediakan keranjang belanjaan, media tersendiri penampungan sampah, besi, botol bir dan botol air mineral, jadwalkan waktu pembuangan sampah, gunakan kantong plastik sebagai media penampung sampah, siapkan media pembuatan kompos, siapkan media untuk penampungan pakan ternak, pembuatan tungku pembakaran sederhana.

Baca Juga: Urus Sampah, Pemkab Manggarai Siap Uang Rp 2 Miliar