Kementerian mengatakan, vaksin tersebut menghasilkan protein virus SARS-CoV-2 yang melimpah dan memberikan respons imunitas, yang berperan penting sebagai pelindung serta pemberantas virus.
"Teknologi plug-and-play yang menjadi dasar platform plasmid DNA dapat dengan mudah diselaraskan untuk menangani mutasi pada virus, seperti yang sudah terjadi," katanya, seperti dilansir dari ANTARA.
Ia menambahkan, vaksin itu dikembangkan melalui kemitraan dengan Departemen Bioteknologi pemerintah India.
Menurut kementerian, hasil sementara dari uji klinis tahap III, yang melibatkan lebih dari 28.000 partisipan, vaksin tersebut menunjukkan efikasi utama 66,6 persen.
Baca Juga: Bayi yang Lahir di Masa Pandemi Tunjukkan Perkembangan Kognitif Berbeda
