Baca juga: COVID-19 Bukan Aib dan Jangan Disembunyikan

Satib mengaku, mendapatkan banyak masukan dari warga Jember yang mendukung kebijakan Khofifah untuk memberikan sanksi tersebut. Bahkan, beberapa warga rela untuk mencukur gundul karena memang menganggap kebijakan Faida tersebut sangat merugikan masyarakat.

"Di mana dalam hal ini bupati sudah tidak profesional dan proporsional. Ini sudah disatukan sehingga kita ndak kaget ketika banyak tokoh-tokoh yang pernah punya nazar akhirnya melakukan, ada yang gundul pada saat surat diterima oleh Ketua DPR," terangnya.

Dikatakan Satib, keterlambatan Faida dalam memproses pembentukan Raperda 2020 itu adalah mencerminkan kegagalan dalam mengelola organisasi. Satib berharap, kejadian itu tidak terulang lagi, karena akan membuat rakyat makin sengsara.

"Ini satu hal yang luar biasa dan mudah-mudahan kondisi seperti ini menjadi sebuah pembelajaran bagi eksekutif maupun legislatif di masa-masa yang akan datang, baik secara khusus bagi Jember maupun provinsi maupun secara nasional pada umumnya," pungkasnya.