Baca Juga: Mulai 'Digoyang', Kabag Prokopim Sebut Ada yang Gelisah dengan Gebrakan Pj Bupati Muna Barat
"Kita lihat bersama delapan tahun terakhir, perkantoran belum representatif. Masih banyak yang gunakan balai desa dan kantor camat. Berkat Pj bupati yang paham tentang pemerintahan, maka dibangunlah pusat perkantoran," ungkapnya.
Mantan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara itu menegaskan, secara historis, Muna dan Muna Barat hanya dipisahkan proses administrasi. Sementara adat istiadat, tidak bisa dipisahkan. Masyarakat Muna dan Muna Barat satu ikatan kekeluargaan. Jadi tidak ada salahnya bila Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Muna Barat mendapatkan jabatan di Muna. Begitu pula sebaliknya.
"Muna dan Muna Barat satu kesatuan besar yang tidak bisa dipisahkan. Kita harus bersatu dan saling mendukung," ajaknya.
Terkait banyaknya sorotan terhadap Pj bupati, Rusman anggap hal biasa dalam pemerintahan. Ibaratnya, semakin tinggi pohon kelapa, semakin kencang angin menerpa. Untuk itu, jangan terlalu dianggap pusing.
