"Ini dikarenakan kami pedagang mengambil cabai dari distributor yang tidak hanya dijual di Muna Barat saja, melainkan di luar daerah," ungkap Aluwia.

Untuk itu, sebagai solusi dari lonjakkan harga cabai itu, pemerintah daerah terus mencanangkan tanam cepat panen, sehingga cabai yang dijual bersumber dari pekarangan rumah, bukan dari lahan besar yang akan dijual ke daerah lain.

Baca Juga: Sanksi Menanti Kepala Desa di Muna Barat Jika Terlibat Politik Praktis

Sementara harga beras, baik beras premium dan beras medium berselisih Rp3000, untuk itu pemerintah daerah akan mengadakan kembali pasar murah dengan menyiapkan 26.020 per Kartu Keluarga untuk tiga komoditas.

"Dalam paket murah itu senilai Rp70.000 per paket, di antaranya lima kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan minyak goreng satu liter," pungkas Bahri.