Fluktuasi hormonal bisa menjadi penyebab meningkatnya produksi keringat. Kondisi ini biasanya terjadi saat memasuki masa remaja, dan perimenopause (periode tepat sebelum menopause), dan saat menopause.
3. Stres
Saat stres, seseorang menghasilkan lebih banyak keringat. Tubuh manusia memiliki dua jenis kelenjar keringat yakni ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin mengeluarkan keringat yang digunakan untuk mendinginkan tubuh, sebagian besar berupa air.
Baca Juga: Ini 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Baju Warna Putih
Di sisi lain, keringat apokrin dilepaskan saat stres atau kesal. Keringat ini menjadi lingkungan yang kondusif bagi bakteri berkembang biak dan menimbulkan bau tak sedap.
