Ia menambahkan, keberlanjutan lingkungan tidak semata-mata ditentukan oleh ada atau tidaknya satu jenis aktivitas ekonomi. Tekanan terhadap ekosistem dapat datang dari berbagai arah, termasuk perubahan penggunaan lahan oleh masyarakat.
Dari sisi perusahaan, Badrus Soleh, Environment & Forestry Superintendent PT GKP, menyatakan hasil pemantauan menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan program pengelolaan lingkungan.
“Ini bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi memastikan pemulihan lingkungan dilakukan bertahap dan berbasis sains,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan reklamasi terus berkembang dari tahun ke tahun, baik dari sisi luasan maupun keragaman jenis tanaman. Persemaian (nursery) perusahaan telah disiapkan untuk mendukung program jangka panjang, termasuk penanaman tanaman pionir sesuai kondisi lahan.
