Baca Juga: Kakek di Kolut Cabuli Anak di Bawah Umur

Menurut Agustinus, guru harus cermat mengamati perkembangan tekhnologi saat ini. Utamanya, penggunaan handphone (HP) siswa. Takutnya, di gawai siswa terdapat gambar maupun video yang belum bisa mereka lihat.

"Perbuatan cabul atau persetubuhan itu biasanya karena terpengaruh dengan gambar dan video tidak senonoh yang beredar di internet. Saya harap, guru dapat sweeping gawai para siswa," terangnya.

Kasi Intelijen, Fery Febrianto sangat prihatin dengan banyak perkara pencabulan dan persetubuhan yang terjadi di sekolah berbasis agama. Ironinya, pelaku adalah oknum guru.

"Ini sangat miris, guru harus mengawasi siswanya, bukan malah merusak masa depan mereka. Ingat, kami di Kejari tidak main-main dalam penuntutan," terangnya.