KENDARI, TELISIK.ID – Di tengah hiruk-pikuk Kota Kendari, seorang pengayuh becak, Adi (52) terus berjuang mencari nafkah demi menghidupi keluarganya.

Setiap hari, sejak pukul 6 pagi, Adi sudah bersiap-siap meninggalkan kontrakannya di belakang Pasar Sentral Kota Lama Kendari. Ia mulai menyusuri jalan-jalan kota, berharap menemukan penumpang yang membutuhkan jasanya.

Namun, pendapatan Adi sering kali tidak menentu. Terkadang, dalam satu hari ia hanya mendapatkan dua penumpang, sehingga penghasilannya tidak selalu mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

Sudah hampir 20 tahun Adi mengayuh becaknya. Dengan penuh semangat, ia melayani penumpang dari berbagai kalangan, meskipun pendapatannya pas-pasan. Meski demikian, Adi tetap bersyukur atas rezeki yang ia dapatkan setiap harinya.

Baca Juga: Kisah Hidup Petugas Sapu Jalanan di Kendari