Baca Juga: Bantah Pernyataan TNI AU, Warga Konsel Sebut Lahan Tak Ada Situs Peninggalan Jepang

"Saya saksi nyata adanya aksi intimidasi oknum TNI AU saat itu, di mana saya gunakan tanah ini untuk menanam pohon dan tanaman pertanian. Kemudian patok pembatas juga dicabut bahkan gubuk saya dibakar," cerita Jufrianto mewakili warga Desa Rambu yang diduga kerap mendapat diskriminasi.

Sehingga, dirinya dan warga sempat mengalami trauma yang mendalam atas aksi tersebut. Karena merasa kuat dengan bukti-bukti atas tanah tersebut. Pihaknya akan terus mempertahankan lahan itu.

"Saya bersama warga akan terus pertahankan lahan ini karena bukti-bukti kami juga kuat," ungkapnya

Ia juga mengungkapkan, beberapa bangunan yang ada di kawasan tersebut telah dihancurkan oleh TNI AU ketika memberi kontrak kepada investor.