Dengan bantuan pinjaman dari keluarga dan menjual semua barang miliknya untuk ia jadikan modal usaha dengan berjualan Kosmetik dengan modal awal Rp 1,5 juta.
"Tinggal diriku saja yang tidak dijual," katanya.
Namun karena produk yang ia pasarkan tidak terdaftar dan memiliki izin dari Balai POM, produk tersebut terpaksa dihentikan.
Hingga pada 2018 silam, ia pun bersama rekan Dokter Ahli Kulit mulai mencoba memproduksi kosmetik sendiri dan diakui oleh Balai POM dan produk kosmetik yang ia ciptakan telah memenuhi standar kesehatan.
Baca juga: Jurnalisme Sastrawi: Bayi Milik Hutan
