Dominasi Starlink yang kini memiliki ribuan satelit aktif dianggap sebagai ancaman strategis oleh Beijing, terutama setelah penggunaannya dalam konflik Ukraina yang menunjukkan potensi militer jaringan satelit komersial.
Dengan "payung" satelit baru ini, China berharap bisa meningkatkan cakupan, kecepatan, dan ketahanan jaringannya sendiri, dilansir dari cnbc.com, Sabtu (23/5/2026).
Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Ditutup 70 Hari, Cadangan Minyak Global Terkuras 1 Miliar Barel
Para pengamat internasional menilai pengembangan ini sebagai babak baru perlombaan luar angkasa di era mega-konstelasi.
Sementara Starlink saat ini unggul dalam jumlah satelit dan cakupan global, China dengan dukungan pemerintahnya mampu mengerahkan sumber daya besar untuk mengejar ketertinggalan dengan cepat.
