Paminuddin menerangkan meskipun hujan kerap mengguyur, namun belum ada wilayah di Kota Kendari yang terdampak banjir. Menurut mantan Kadis DLHK ini, kondisi itu terjadi karena siatem drainase Kota Kendari yang sudah berjalan dengan baik.
"Namun ada beberapa titik yang belum normal, misalnya di depan RS Hati Mulya, Lepo-lepo, drainse sebelah sisi kanan belum ditangani secara permanen, kendalanya karena masyarakat yang tidak mau dibikinkan drainase yang lebih besar. Disisi kanan yah kalau kita dari arah Wua-wua," tambahnya.
Baca juga: Ali Mazi: Masker N95 Hanya untuk Para Medis, Masyarakat Gunakan Masker Kain
Menurut Paminuddin wilayah tersebut (Lepo-lepo) masih menjadi langganan banjir saat musim penghujan datang.
"Termasuk di sekitar bundaran pesawat Lepo-lepo yang bersambung dengan RS Hati Muya itu, untuk solusinya kedepan kalau mau hilang (banjir) masyarakat diharapkan dapat melepas lahannya untuk kita lebarkan (drainase) dan kemudian airnya diarahkan lari ke jembatan Sungai Wanggu itu," pungkasnya.
