Pada tahun 2021, Kementerian Sosial RI telah mengalokasikan 2 desa/kelurahan di Kabupaten Bombana sebagai pilot project pembentukan Pusat Kesejahteraan Sosial Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (Puskesos-SLRT).
Hal ini, kata dia, merupakan sebuah sinergi dalam rangka penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kabupaten Bombana.
Man Arfa menambahkan, merujuk data BPS Kabupaten Bombana jumlah penduduk miskin dari tahun ke tahun telah mengalami penurunan cukup signifikan.
Dimana tahun 2017, jumlah penduduk miskin sebanyak 21.520 jiwa atau 12,36 persen. Pada tahun 2020, mengalami penurunan menjadi 18.840 jiwa atau 10,01 persen.
Baca Juga: Bombana Diterpa Banjir hingga Longsor, Pemda Dinilai Lambat Tanggap Bencana Alam
