3. Gangguan Bipolar

Dampak psikologis pernikahan dini sering kali berkaitan dengan alasan terjadinya pernikahan. Di beberapa negara atau daerah di Indonesia, pernikahan dini berkaitan dengan tekanan keluarga, tingkat ekonomi, kehamilan pranikah, dan paksaan pasangan. Meskipun sebelum pernikahan terjadi tidak ditemukan gangguan kesehatan mental pada seorang wanita, tapi hal tersebut dapat berkembang seiring berjalannya pernikahan.

Baca Juga: Kenali Tanda Gangguan Kepribadian Narsistik, Anda Termasuk?

Kasus pernikahan dini pada daerah-daerah yang belum menyediakan fasilitas kesehatan mental, juga perlu diwaspadai. Sebab pasutri belia yang mengalami gangguan kesehatan mental, tidak bisa memperoleh penanganan yang tepat. Alhasil, kondisi psikologis mereka pun bisa semakin parah seiring bertambahnya usia. 

Melansir Kompas.com, data dari Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) RI menunjukkan pengadilan agama menerima 55.000 permohonan dispensasi pernikahan usia dini sepanjang 2022.