Baca Juga: Anggota Dewan Sarankan Agar Kepala SMPN 10 Kendari Dipindah Tugaskan
"Hari ini saya agak terlambat datang antre hingga saya dapat antrean nomor 47. Jadi agak jauh. Biasanya jam lima sore saya sudah antre dan terpaksa tidur di mobil untuk mendapatkan solar besok paginya, itupun kalau rezeki. Karena biasa juga sialnya Pak, pas sudah giliran saya, solarnya sudah habis. Terpaksa harus besoknya lagi baru bisa dapat solar," ujarnya sambil tersenyum.
Kalau sudah begitu, Ambo biasanya bergantian dengan kernet tidur di mobil. Apa yang dilakukan Ambo, juga dilakukan puluhan sopir truk lainnya yang juga mengantre solar.
"Karena kalau kita beli di eceran, harga solar Rp 10.000 per liternya," tambahnya. (A)
Reporter: Thamrin Dalby
