Baca juga: Sabu Seberat 172 Gram di Kolut Dimusnahkan
Al Abzal Naim tak terima dengan pelemparan itu. Ia lalu melaporkan masalah tersebut ke pihak kepolisian.
"Sementara melapor," kata pria yang kerap disapa Bram itu.
Aksi demonstrasi yang dilakukan Pospera di Bawaslu itu cukup mengganggu warga dan aktivitas perkantoran. Betapa tidak, di sekitar Bawaslu merupakan kawasan padat penduduk. Tak pelak, kala pihak kepolisian menembakan gas air mata, banyak warga yang matanya perih.
Warga meminta pihak kepolisian lebih tegas lagi agar tidak memberi izin bagi pendemo yang ingin menyampaikan aspirasinya di Bawaslu. (B)
