Baca juga: Muhammadiyah, FPI dan Human Right

Di abad ini, banyak Intelektual terutama intelektual Eropa dan Amerika yang mengganggap bahwa demokrasi sebagai sistem terbaik dalam memanajemeni organisasi kekuasaan. Indonesia sejak awal berdirinya, telah memilih dan menetapkan demokrasi sebagai sistem politik dan kekuasaan.

Tentu saja demokrasi bukanlah sebuah istilah yang tunggal. Ia merupakan istilah yang ambigu. Pemaknaan istilah demokrasi akan sangat dipengaruhi oleh latar belakang epistemi dan ideologi.

Realitas menunjukkan bahwa demokrasi kita belum dewasa. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan bahwa perbedaan sikap dan perilaku politik dalam perhelatan pemilihan umum tidak menuntun dan menuntut kita dalam persatuan tetapi justru menumbuh mekarkan benih-benih perpecahan, kebencian, ketidakjujuran dan bahkan sampai pada pelanggaran Hak Asasi Manusia. Padahal yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan (Gus Dur).

Realitas ini tentu sangat memilukan dan membuat polusi bagi atmosfer demokrasi kita. Apa yang salah? Apakah sistem ini memang tidak cocok untuk diterapkan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang dalam sejarah sistem politiknya adalah kerajaan? Masih ada banyak segudang pertanyaan tentang demokrasi kita.