Baca Juga: Sekwan Ditolak, Sekda Sebut Sudah Bersurat di DPRD Muna

"Terutama soal pembangunan smelter. Hanya dijanjikan ke masyarakat, tidak pernah terealisasi," bebernya.

Selain itu, pihaknya juga menyinggung terkait penyaluran CSR yang dinilai tidak transparan dalam pengelolaannya.

"Ini sangat merugikan masyarakat," cetusnya.

Menanggapi itu, Abdul Salam Sahadia mengaku, pihaknya sudah merespon pernyataan Gubernur Sulawesi Tenggara dengan melakukan pertemuan internal, membahas keberadaan PT VALE yang dinilai tidak memberikan kontribusi dan cenderung merugikan daerah.