Menurut dia, terdapat beberapa transaksi mencurigakan dilakukan oleh ACT ke luar negeri yang berkaitan dengan terorisme. Hanya saja, Ivan belum dapat merincikan mengenai nama-nama negara yang dimaksud.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Keluarkan Regulasi Ganja untuk Medis

"Ada beberapa negara, saya harus cek datanya (negara tujuan transaksi)," tambah dia.

Sementara itu dilansir dari Hidayatullah.com, Lembaga Kemanusiaan ACT membantah terlibat dalam penyaluran dana untuk teroris. Tudingan itu sendiri disampaikan oleh PPATK.

“Dana yang mana? kami tidak pernah berurusan dengan teroris,” ujar Presiden ACT Ibnu Khajar.