Perselisihan sesama etnis Rohingya telah meningkat menjadi kebrutalan di tengah isolasi dan keputusasaan kamp tersebut. Penculikan dan perampokan bersenjata meningkat. Kelompok-kelompok radikal telah menjamur dan melakukan teror di malam hari.
Baca Juga: Etnis Rohingya Ingin Kerja di Indonesia hingga Rela Bayar Rp 16 Juta Per Orang, Kini Ada Tersangka
Tempat pengungsian tersebut bernuansa perang, di mana keluarga-keluarga berkumpul di tempat penampungan berdinding terpal yang sempit di sepanjang gang-gang sempit.
2. Camp dibangun sendiri
Melansir Indozone.id, semua pengungsi di kamp pengungsian Cox’s Bazar tinggal di gubuk-gubuk yang terbuat dari bambu dan terpal yang dibangun sendiri oleh pengungsi. Sayangnya, gubuk bambu tersebut tidak banyak memberikan perlindungan terhadap hujan deras, banjir, dan tanah longsor.
