Baca juga: Perempuan Opak

Mahasiswa tingkat akhir ini mengungkapkan, menunggu dari jam 07:30 Wita, hingga 16:50 Wita hal biasa ia lakukan bersama rekan seperjuangannya.

Kemudian Rinal menambahkan, biaya pengurusan serba mahal, sehingga tak jarang revisi skripsi yang sedang ia garap seringkali terbengkalai.

Ia mengaku, kedua orang tuanya bekerja sebagai petani di kampung halaman. Bukan hanya itu, mahasiswa yang tinggal di seberang Kota Kendari ini juga mengaku mencoba mencari pekerjaan namun dampak COVID-19 nampak sulit menemukan pekerjaan yang cocok untuknya.

"Ya mau diapa, uang kiriman di kampung juga terbatas, biaya print mahal, makanya kadang sering terbengkalai itu urusan, apa lagi masa pandemi COVID-19 begini kasian, orang tua juga setengah mati cari uang," pungkasnya. (B)