Joko menjelaskan bahwa penurunan penumpang mulai terasa sejak beberapa tahun lalu, tepatnya sejak ojek online mulai masuk dan berkembang di Kota Kendari.

Tukang ojek pangkalan biasanya mangkal di sekitar Pasar Mandonga, Terminal Baruga, dan beberapa perempatan jalan utama. Namun, keberadaan mereka di lokasi-lokasi ini sudah jarang ditemukan

Baca Juga: Pelanggaran Lalu Lintas Naik 58 Persen di Sulawesi Tenggara, Knalpot Brong Terbanyak

Menurut Joko, alasan utama masyarakat beralih ke ojek online adalah karena kemudahan dan kecepatan layanan, serta sistem pembayaran yang praktis menggunakan aplikasi.

“Orang sekarang lebih suka pesan lewat HP, tidak perlu tunggu lama,” ucapnya.