“Saya keluar itu dari jam tujuh. Pas mahasiswa biasa mau masuk kuliah. Sampai sore. Kadang juga sampai malam. Daripada tidak ada kerja,” ucapnya.

Motor yang ia gunakan bukan milik pribadi, melainkan milik sang kakak yang ia pinjam setiap hari. Sebelum mulai narik, ia terlebih dahulu harus mengantar kakaknya yang bekerja di toko dan menjemputnya lagi saat pulang kerja.

Mereka tinggal bersama di sebuah kamar kost sederhana di Kelurahan Andonuhu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Rutinitas Alsa dimulai dan diakhiri di tempat itu, dengan perjuangan yang ia jalani setiap harinya demi mencukupi kebutuhan.

"Kalau ramai orderan, biasanya lebih juga seratus ribu kita dapat. Kalau sunyi, tidak sampai juga. Apalagi kalau hujan. Atau hari libur tidak ada orderan," ujarnya.

Baca Juga: Kisah Pemuda Lulus Kuliah Tanpa Biaya Orang Tua, Nyambi Ojek dan Kuli Bangunan