Baca Juga: PPKM Mikro di Kendari Diperpanjang Hingga 25 Juli, Ini Aturan Barunya

Untuk saat ini, kata dia, sudah ada sekitar 100 lebih orang yang menjadi nasabah di Bank Sampah Al Faizin ini.

“Sejak bekerjasama dengan Pegadaian dengan menawarkan warga bahwa sampah itu langsung ditabung jadi emas, nasabah kita kini sudah sekira 100 lebih. Nasabah kita rata-rata semua masih dalam kelurahan Puuwatu,” tambahnya.

Sementara itu, pengurus Bank Sampah Al Faizin, Andi Munahida mengungkapkan, salah satu kesulitan yang juga dihadapi dalam mengelola bank sampah ini yakni, mengajak warga untuk berpartisipasi menabung sampah.

“Mengajak atau membangun kesadaran masyarakat untuk membawa sampahnya ke bank sampah ini, yang sering jadi kendala kita. Mungkin mereka belum terpanggil untuk berpartisipasi,” ujarnya. (B-Adv)