Baca Juga: Cetak 1,2 Miliar Surat Suara Pemilu 2024, KPU Distribusi Lewat Zonasi
“Artinya, sudah sangat terbuka peluang intervensi secara tidak langsung yang secara nyata dilakukan oleh Presiden dalam menginstruksi partai-partai politik,” tegasnya.
Pernyataan yang dilontarkan Jokowi oleh Firman dianggap sebagai tindakan menyebarkan ‘politic of fear’ (politik ketakutan, red). Dia menyebut ada simbol-simbol yang terlihat dari pernyataan Jokowi yang bisa ditafsirkan bahwa ada politik ketakutan yang sedang disebar.
Di dalam negara demokrasi, menurut Firman, harusnya Presiden berdiri di atas semua kekuatan politik, meski Presiden berasal dari salah satu kekuatan politik atau partai tertentu. “Jadi posisi Presiden sebenarnya tidak boleh ingin tahu atau mendapatkan informasi terkait dengan kekuatan politik di luar partainya,” jelas Firman.
Terkait politik ketakutan yang diciptakan, Firman melihat Presiden Jokowi menebar ketakutan pada para pihak yang terlibat dalam kepentingan Pemilu 2024, terutama yang tidak segaris dengan pandangannya.
