Sebagaimana diketahui, YM dilaporkan pada Rabu (6/10/2021) lalu. Alfin Pola (korban) menjelaskan kronologis penganiyaan ketika dirinya bersama GPMI Sultra berkunjung ke Bapenda Sultra untuk menanyakan temuan hasil audit BPK Sultra tentang anggaran pengadaan mobiler kantor Bapenda Sultra tahun anggaran 2020.
Baca Juga: Gadaikan Sertifikat Palsu, Mantan Pegawai BPN Terancam 6 Tahun Penjara
"Kami dipersilakan masuk ke ruangan tamu Kepala Bapenda. Setelah berselang semenit kami duduk, Kepala Bapenda, YM mempertanyakan maksud kedatangan kami," ujar Alfin.
Namun setelah mereka menjelaskan, YM dengan suara lantang mempertanyakan keabsahan sumber data yang mereka miliki.
"Lalu di situlah awal terjadi perdebatan hingga saya ditunjuk-tunjuk, mulut saya ditusuk pakai telunjuk mengenai bibir sehingga bagian dalam sedikit mengalami luka, kemudian dia remas rahang hingga kena mulut sebanyak 2 kali," ucap Alfin.
