“Terkadang SPBU hanya mendapat jatah dua kali pengisian dalam seminggu, kadang juga tidak. Kasihan kita ini kalau tidak nginap, tidak dapat solar, tidak bisa cari nafkah, anak istri mau makan apa,” ungkapnya, Senin (21/08/2023).
Hal ini juga diungkapkan Basuki, sopir truk yang kerap mengantre di SPBU. Menurutnya, pasokan solar dari Pertamina tidak mencukupi kebutuhan masyarakat di Buton khususnya para sopir truk, yang mencari nafkah dengan melayani jasa pengangkutan material.
Baca Juga: Padatnya Antrean di SPBU Kendari Gegara Migrasi Pemakaian Kendaraan Non Subsidi
“Dengan kondisi ini kami kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga, soalnya kalau tidak ada solar kita nganggur, tunggu ada solar baru bisa kerja,” tutur Basuki.
Para sopir berharap pasokan BBM khususnya solar dapat ditambah untuk wilayah Kabupaten Buton, agar ke depannya tidak ada lagi antrean panjang BBM, atau bahkan sampai nginap di SPBU.
