Menurut Yasmin, langkah ini dapat menjadi dua hal yang penting, yang pertama narkoba tidak akan dapat tersebar kepada siswa-siswa yang ada di sekolah. Kedua, guru dalam mendidik siswa yang pernah menggunakan narkoba memberikan perhatian yang serius.
"Ini terobosan baru yang kita ambil dan saya kira penting ini dapat menjadi efek jera awal terhadap anak-anak kita yang ada di SMP untuk tidak pakai narkoba. Jika ini dilakukan dengan spontan oleh SMP, SMA, dan perguruan tinggi maka narkoba kita bisa atasi," katanya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/5/2024).
Dengan nada serius, Yasmin menjelaskan bahwa potensi besar yang menggunakan narkoba adalah generasi muda, sehingga hal ini dapat menjadi langkah-langkah cepat untuk mencegah dan menekan penggunaan narkoba pada generasi muda di negara ini.
Untuk PPDB tahun 2024 jumlah SMA yang ada di Sulawesi Tenggara sebanyak 252 sekolah yang diatur per zonasi berdasarkan jarak rumah siswa dan sekolah, prestasi, dan perpindahan penduduk. Dan untuk jumlah SMK sebanyak 102 sekolah, namun SMK tidak diatur per zonasi.
