“Kita intensi turun ke lapangan, “ujar Suwardi.
Sementara itu, Daeng Arifin dan A. Mustika, warga yang terbiasa melakukan transaksi jual beli hewan ternak sapi yang berasal dari wilayah konawe selatan, mengaku bersyukur jikalau hingga hari ini belum ditemukannya ancaman penyakit PMK tersebut.
Baca Juga: Kendaraan Dinas Pemprov Sumatera Utara Tunggak Pajak Rp 100 Miliar
“Semoga tidak masuk di wilayah kita. Soalnya mo dekat mi hari raya qurban, Idul Adha, “ujar Daeng Arifin.
Untuk diketahui, PMK adalah penyakit hewan yang sangat menular akibat infeksi virus penyakit mulut dan kuku (FMDV). Penyakit ini dicirikan oleh luka (berupa lepuh dan/atau erosi) di bagian mulut dan kuku pada hewan berkuku belah, seperti sapi dan babi.
