Selain PWNU, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur pun memberi pernyataan sikap atas pencatutan nama MUI dalam acara tersebut.

Baca Juga: Pemeriksaan 3 Polisi Tersangka Rusuh Kanjuruhan Ditunda

"MUI Jatim menyatakan sikap bahwa tidak ada keikutsertaan dan tidak melibatkan diri dalam pengelenggaraan kegiatan hijrahfest (Surabaya Islamic Festival) 2022 di Jatim Expo Surabaya," tutur Ketua MUI Jawa Timur, KH Ahsanul Haq.

Sebagaimana PWNU Jawa Timur, MUI Jawa Timur pun menyatakan, tegas dan menuntut agar kelompok Hijrahfest untuk minta maaf dalam waktu 1x24 jam.

"MUI Jatim menolak keras adanya pencantuman logo MUI dalam acara tersebut dan mendesak penyelenggara untuk meminta maaf dengan kurun waktu 1x24 jam," tutur Kiai Ahsanul Haq, yang juga aktif di Badan Amil Zakat Nasional. (B)