“Setelah digigit korban sempat demam tiga hari, tetapi reda lagi demamnya, sehingga kembali ke Kota So’e dan kembali masuk ke sekolah. Di sekolah, guru membantu dengan mengoleskan luka korban menggunakan alkohol sehingga mengering setelah empat pekan,” kata Ria.

Tetapi gejala rabies mulai muncul dan dirasakan oleh korban pada 19 Juni 2023, diawali dengan sakit pinggang kiri dan di bagian perut, demam, kejang, mengigau dan sulit tidur.

Menurutnya, korban sempat diurut, namun tak kunjung sembuh, sehingga dilarikan ke rumah sakit pada 25 Juni 2023 dengan gejala gelisah, sulit minum air, tidak bisa makan di sore hari, jika tertiup angin pasien menggigil kedinginan dan air liur terus mengalir.

Baca Juga: Gigitan Hewan Penular Rabies di Nusa Tenggara Timur Capai 3.437 Kasus, Gubernur Minta Serum ke Menkes

“Anak ini digigit anjing pada April dan waktu itu belum tahu tentang rabies, selain itu juga tidak dilarikan ke RS untuk divaksin,” ujarnya.