Mathis sempat meninggalkan sekolah formal di usia belasan tahun. Ia kemudian bergabung dengan restoran ayahnya, awalnya sebagai pelayan sebelum akhirnya terjun ke dapur dan jatuh cinta pada dunia memasak.
Kini ia menjadi co-chef/co-manager restoran tersebut bersama ayahnya, membawa sentuhan modern sambil mempertahankan gaya bistrot klasik Prancis, dilansir dari liputan6.com, Minggu (9/8/2026).
Ia kerap memadukan teknik Prancis dengan pengaruh Asia, hasil perjalanan kuliner ke negara-negara seperti Jepang, Thailand, Vietnam, Bali, dan lainnya.
Selain menjalankan restoran, Mathis aktif sebagai content creator kuliner. Ia membagikan video memasak, resep, lifestyle, dan perjalanan di Instagram dan TikToknya @mathismolinie.
