Sahid menjelaskan bahwa Dishut Sultra secara aktif memenuhi permintaan data dari BPS. Ia mencontohkan, pihaknya mengirimkan staf untuk berpartisipasi dalam rapat yang berlangsung di Kantor BPS Sultra selama tiga hari.
“Kami tidak pernah menunda atau menutup-nutupi data yang diminta,” tambahnya.
Baca Juga: 40 Pekerja Migran Ilegal dari Sultra Dideportasi, Tiga Meninggal Dunia
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kehutanan Sultra, Dharma Prayudi Raona, membenarkan bahwa Dishut dinilai aktif dalam memberikan data-data kehutanan yang relevan dengan pertanian. Ia menekankan pentingnya pembaruan data sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing bidang.
“Contohnya, untuk areal perhutanan sosial, kami mencatat jumlah kelompok tani hutan, produk yang dihasilkan, serta nilai ekonominya, karena data-data ini sangat dibutuhkan oleh BPS,” jelasnya.
