Baca Juga: Badan Karantina Sultra Tolak 600 Kg Daging Ayam Masuk Baubau

Alda mengatakan anggaran yang diperlukan untuk pemeliharaan pasar cukup besar. Dia menyebut bahwa pernah mengajukan anggaran sekitar Rp 300 juta untuk perbaikan lantai pada tahun 2023, namun hingga kini dana tersebut belum terealisasi.

Pengelolaan pasar, menurut Alda, juga sangat terbatas karena anggaran yang minim. “Saat ini hanya ada sekitar 20 tenaga kebersihan yang bekerja menjaga kebersihan pasar yang luas, meskipun honor mereka sering kali terlambat dibayar,” ujarnya.

Alda mengakui bahwa insiden pengunjung yang jatuh dari lantai dua pasar disebabkan oleh kurang pemeliharaan dan pemberitahuan terkait area yang tidak dapat digunakan, yang seharusnya diatur dengan lebih baik.

Terkait wacana penyerahan pengelolaan pasar ke Perumda Pasar, Alda menjelaskan bahwa hal tersebut sudah lama direncanakan, namun prosesnya terkendala oleh berbagai regulasi dan kondisi keuangan.