"Jadi kami tidak bisa menggunakan solar, karena solar ini yang gunakan sekarang mobil-mobil tambang," jelasnya dalam acara koordinasi bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID).

Ia minta Pemerintah Kota Kendari mengelola pendistribusian BBM untuk pihaknya. Najib berterus terang ada dugaan permainan di SPBU yang membuat kontainer pangan kesulitan mendapat BBM solar hingga harus menunggu berhari-hari.

Baca Juga: Soal Upah Pekerja, The Park dan Pemborong Bilang Begini

Belum lagi ia mengatakan, biaya kapal bersandar dan parkir liar di pasar yang dipatok tinggi membuat angkutan distributor harus lagi-lagi merogoh koceknya. Oleh karena itu, pihaknya terpaksa memberi harga pangan dengan tinggi.

Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu turut menanggapi masalah tersebut. Ia berkomitmen untuk membuat kebijakan untuk menurunkan inflasi, salah satunya dengan memberi subsidi angkutan bagi distributor.