Tantangan pasca-konversi tidak mudah. Persephone membuang pakaian tidak sopan, melepas kuku palsu stiletto, mengubah nama di media sosial, menghapus foto-foto seksi, dan memutus hubungan dengan teman-teman lama karena gaya hidup mereka tidak lagi cocok.
Ia sempat relapse minum alkohol saat kesehatan mentalnya menurun, tapi bangkit kembali.
"Islam menyelamatkan saya, karena sekarang saya tahu cara terbaik menangani masa-masa gelap melalui doa dan perawatan kesehatan mental," katanya.
Baca Juga: Taipan RI Takut Dosa karena Harta Melimpah, Tjio Wie Tay Putuskan jadi Mualaf
Kini, Persephone hidup damai sebagai Muslim. Ia menemukan sahabat seumur hidup di komunitas Muslim, lebih hormat pada diri sendiri, dan sadar akan dampak tindakannya terhadap orang lain.
