Baca Juga: Pria Jauh dari Jawa Keliling Puluhan Kilometer Jual Roti di Kendari

Meski anak-anaknya kini telah sarjana, Salimin memilih tetap berjualan. Ia menolak bergantung pada mereka.

“Mereka juga punya masa depan sendiri, jadi sebisa mungkin disimpan apalagi mereka juga bakal berkeluarga. Anak saya pernah suruh saya berhenti jualan. Tapi ya saya tetap tidak mau. Biar ada aktivitas juga. Kalau di rumah paling cuma nonton TV, tidur," katanya sembari tersenyum kecil.

Bagi Salimin, tahu gejrot bukan sekadar dagangan. Ia adalah simbol perjuangan, cinta seorang ayah, dan harapan untuk masa depan anak-anaknya. (C)

Penulis: Gede Suyana Sriski