Sebagai informasi, Mobile Lab BSL-2 merupakan salah satu hasil Inovasi TFRIC-19 ini didisain oleh putra putri Indonesia, dalam waktu relatif singkat. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, para perekayasa berhasil mendisain Mobile BSL-2 dalam waktu 10 hari, dan proses manufaktur bersama mitra selama 19 hari.
Baca juga: Dinas Dikbud Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan di Sekolah
Pengembangan Mobile Lab BSL-2 ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas pengujian COVID-19. Dengan adanya laboratorium portabel seperti ini, pengujian dapat dilakukan di berbagai daerah yang belum memiliki laboratorium standar BSL-2.
"Banyak wilayah yang episentrum COVID-19 justru berada di daerah dan jauh dari ibu kota di daerah itu," ujar Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro.
Dengan fasilitas ini, sampel COVID-19 dapat segera dianalisis tanpa perlu mengirimkan sampel ke pusat atau ke kota yang lebih besar.
