“Misalnya gelendot-gelendot gitu ya, kemudian meluk dari belakang, yang cowok juga gitu ya, karena kepengen meluk-meluk, gak usah deh bulan puasa. Ingat batal-batal-batal Ya kan?,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pengaruh rangsangan visual dan mental. Tayangan romantis, cerita dewasa, atau konten bernuansa fantasi dinilai dapat mengaktifkan imajinasi seksual. Dalam situasi puasa, paparan semacam itu sebaiknya dibatasi.

“Skip deh yang gituan. Lebih baik bulan puasa ini, mumpung sebulan, mumpung pahalanya berlipat ganda. Yuk kita isi misalnya baca Al-Qur'an satu juz satu hari,” sarannya.

Baca Juga: Kekerasan dalam Hubungan Intim Disebut Biang PTSD, Begini Penjelasannya

Sebagai langkah pencegahan, Boyke menyarankan pengaturan pola makan seimbang, pengendalian interaksi fisik, serta pengalihan aktivitas ke kegiatan spiritual atau edukatif.